Perbedaan Hardisk ATA, SATA Dan PATA

12/12/2013

Hardisk ATA dan SATA

Hardisk Tipe ATA dibuat pada tahun 1986 berdasarkan standar dengan menggunakan 16 bit paralel dan samapi sekarang terus berkembang dengan ditambahannya kecepatan transfer dan ukuran sebuah disk. Standar terakhir Serial ATA adalah ATA-7 yang dikenalkan pertama kali pada tahun 2001 oleh komite T13 (komite yang bertanggung jawab menentukan standar ATA). Tipe HD ini memiliki kecepatan data transfer sebesar 133 MB/sec. kemudian selama tahun 2000-an dittetapkanlah standar untuk paralel ATA yang harus memiliki data rate sebesar 133 MB/sec, akan tetapi pada HD paralel ATA terdapat banyak masalah dalam hal intergitas data, Electromognetic Interference dan  signal timin. Kemudian para ahli di perindustrian tersebut berusaha untuk memperbaiki masalah yang muncuk pada paralel ATA dan di buat standar baru yang di sebut Serial ATA (SATA).

Penamaan PATA dan SATA, sebenarnya berdasar dari kata ATA (Advanced Technology Attachment), PATA adalah singkatan dari Pararel ATA dan SATA singkatan dari Serial ATA. ATA adalah Sebuah standar yang digunakan untuk menghubungkan anatara hardware - hardware dalam komputer berupa hard disk dan DVD-ROM/CD-ROM. 
ATA (Advanced Technology Attachment)
ATA menggunakan teknologi 16 bit paralel yang digunakan untuk mengontrol perangkat komputer, dan sudah di pakai sejak lebih dari 18 tahun lalu sebagai standar. SATA dan ATA memiliki perbedaan pada kabel data dan powernya. Untuk standar ATA, seperti Western Digital Model 200GB , memiliki kabel ribbon berukuran dua inchi dengan 40 pin koneksi data dan 4 pin connection yang membutuhkan 5V untuk setiap pin nya. Sedangkan SATA seperti western Digital 120 GB  Model mempunyai lebar setengah inci, dengan 7 connector data connection, kabel datanya pun lebih tipis sehingga lebih mudah untuk untuk diatur. Kabel data SATA mempunyai panjang maksimal 1 meter (39.37 inci) lebih panjang dari ATA yang hanya 18 inci.
PATA (Pararel ATA)
Hardisk PATA

Pada awalnya harddisk PATA disebut dengan nama ATA, namun setelah munculnya SATA, ditambahkanlah kata Pararel didepannya, tujuannya adalah untuk membedakan antara Hardisk jenis PATA dengan Hardisk jenis SATA. Disebut dengan PATA karena dipasang dengan cara pararel dengan perangkat lainnya. PATA tidak mempunyai kemampuan seperti  Hot Swappable, kabel data yang dibutuhkan oleh PATA sekitar 40 kabel yang membuatnya dinilai kurang praktis, dan juga hanya memiliki panjang kabel interface maksimal mencapai 18 inci (46 cm).
Kabelnya sendiri hanya menggunakan kabel tipe ribbon (ribbon-cable) yang lebar. Hal ini menjadikan PATA hanya bisa dijadikan sebagai interface internal storage. Interface ini mengalami perkembangan yang lambat di mulai dari thn 1994. UDMA 6 (133) atau Ultra DMA 133 merupakan sebuah terobosan terakhir yang dikeluarkan pada tahun 2005 dan mulai saat itu boleh dibilang perkembangan harddisk PATA sudah benar-benar berhenti.
SATA (Serial ATA)
HD SATA adalah pengembangan dari HD PATA, pertama kali dirilis pada tahun 2002.     Bisa dibilang SATA adalah teknologi yang didesain untuk menggantikan peran ATA secara total. Dimana satu device dipasang hanya pada satu port SATA saja, sehingga pemasangan kabel lebih efisien dibandingkan dengan kabel PATA. SATA memiliki 15 pin kabel power dengan daya 250 mV. Memerlukan daya lebih banyak di bandingkan dengan 4 pin ATA, namun walaupun demikian pada kenyataanya sama saja. Kemampuan SATA yang paling bagus adalah tercapainya maximum bandwith yang mungkin yaitu sebesar 150 MB/sec.
Beberapa fitur yang dimiliki oleh SATA adalah:
  • SATA menggunakan line 4 sinyal , jadi kabelnya pun lebih ringkas dan murah dibandingkan dengan PATA.
  • SATA memiliki fitur - fitur baru seperti hot-swapping dan native command queuing.
  • Drive SATA juga bisa ditancapkan ke kontroler Serial Attached SCSI (SAS) sehingga bisa berkomunikasi dengan kabel fisik yang sama seperti disk asli SAS, namun disk SAS tidak bisa ditancapkan ke kontroler SATA.

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda